Papers, Please dan Kebangkitan Gim Simulasi Puzzle Berkedok Penyortiran Dokumen
Pekerjaan di bidang pelayanan publik dan ritel; entah itu pramuniaga, teller bank, petugas imigrasi, resepsionis, hingga kerja front desk lainnya bukanlah jenis pekerjaan yang seksi dan terkadang dianggap rendahan. Reputasi pekerjaan-pekerjaan semacam ini juga tidak begitu bagus. Namun, mereka diperlukan dalam menjalankan bisnis terlepas dari kurangnya glamoritas dan rendahnya minat pelamar kerja.
Di industri gim saat ini sering bermunculan gim bergenre simulasi yang menawarkan pengalaman kerja dunia nyata di dalam dunia virtual. Gim-gim semacam ini didesain bukan untuk mendorong pemain berlomba meraih piala atau mengejar poin tertinggi, melainkan menyajikan pengalaman hands-on yang realistis namun simpel di saat bersamaan. Gim-gim seperti Euro Truck Simulator, Farming Simulator, dan Surgeon Simulator cukup populer karena menyajikan pekerjaan yang dianggap monoton dan membosankan dalam kemasan permainan yang menarik. Jadi pemain yang tidak memiliki kualifikasi resmi di dunia nyata dapat merasakan pengalaman-pengalaman unik seperti menjadi supir alat berat, menjalankan restoran dan pertanian, hingga menjadi dokter bedah tanpa perlu bergerak dari depan layar komputer.
Pelayanan Publik pun tidak lepas dari cengkraman gim simulasi. Salah satu gim simulasi pelayanan publik yang sangat populer dan bahkan menginspirasi gim-gim serupa; Papers, Please buatan pengembang gim indie Lucas Pope; akan menjadi fokus pembahasan kali ini.
----
Dalam gim “Papers, Please” pemain berperan sebagai petugas imigrasi yang mengecek paspor warga di perbatasan. Terinspirasi dari film semacam Argo dan pengalaman pribadi sang pengembang Lucas Pope ketika berurusan dengan pihak imigrasi bandara, gim ini mencoba menghadirkan ketegangan saat pertama kali masuk ke negara asing dan melalui proses imigrasi. Sedikit berbeda dengan gim simulasi lain, Lucas Pope tidak hanya berfokus pada aktivitas pengecekan paspor yang sekilas terlihat monoton. Pope juga menggabungkan elemen-elemen lain ke dalam gimnya, utamanya puzzle dan intrik drama.
Pemain bekerja sebagai petugas imigrasi sebuah negara otoriter pada era perang dingin. Pemain harus memeriksa setiap paspor secara teliti dan mencegah orang-orang yang mencurigakan melewati perbatasan. Pemain dituntut jeli menemukan berbagai kejanggalan dalam paspor dan dokumen lain yang diajukan calon turis dan warga asing. Pemain dapat menggunakan berbagai sumberdaya yang dimilikinya seiring berjalannya gim. Pemain juga harus menghadapi berbagai tantangan yang biasa ditemui dalam lini pekerjaan ini, seperti paspor dan dokumen palsu, suap/ sogokan, dilema moral, dan sebangsanya.
Meskipun terlihat sederhana, berkat narasi yang penuh intrik dan penyajian presentasi yang unik Papers, Please mendapat apresiasi tinggi dari khalayak umum. Papers, Please dirilis pada 2013 untuk PC, Linux, dan Mac, serta untuk Android dan iOS pada tahun 2022. Gim ini memenangkan banyak penghargaan dan menjadi salah satu gim simulasi dan puzzle tersukses yang pernah ada.
Melihat kesuksesan Papers, Please banyak pengembang gim yang tergiur untuk menjiplak gaya, mekanisme, hingga tema yang dikandung gim indie satu ini. Berbeda dengan Doom yang melahirkan genre First Person Shooter (FPS) di era 90-an atau Dark Souls yang memunculkan istilah “soulslike” untuk gim-gim serupa; gim Papers, Please tidak serta-merta memprakarsai tren baru gim simulasi tentang pelayan publik. Namun, inspirasi dan pengaruh Papers, Please masih dapat dirasakan lebih dari satu dekade setelah gim ini pertama kali dirilis.
-----
Sekilas Gim Papers, Please terlihat simpel dan mudah dibuat. Grafis 2D minimalis yang digunakannya juga mendukung sentimen ini. Tidak perlu grafis yang luar biasa ciamik atau gameplay yang kompleks untuk menghadirkan gim yang menghibur. Sejumlah pengembang gim indie mencoba meniru gaya permainan Papers, Please dalam setting atau tema yang berbeda. Termasuk diantaranya dua gim indie dari Asia Tenggara: Compensation not Guaranteed dan 19998: The Toll Keeper Story.
Compensation not Guaranteed adalah judul gim indie dari Singapura. Serupa dengan Papers, Please, Compensation merupakan gim puzzle dan simulasi tentang pelayanan publik. Berbeda dengan gim yang menginspirasinya, dalam gim ini pemain berperan sebagai pegawai departemen pertanahan yang mengurusi kepemilikan lahan warga. Pemain harus mengecek dokumen klaim dan mengurus sengketa terkait kepemilikan lahan. Gim ini memiliki visual unik dimana semua karakter merupakan binatang antromorfik yang tinggal di negara fiksi. Konon gim ini terinspirasi dari ketegangan antar ras di Singapura pada tahun 1964.
Sementara itu, 1998: The Toll Keeper Story merupakan gim puzzle buatan GameChanger Studio asal Indonesia. Di dalam gim ini pemain memerankan Dewi, seorang petugas gerbang tol yang tengah hamil. Dewi harus tetap bekerja demi menghidupi keluarganya saat situasi di ibukota semakin mencekam karena potensi demonstrasi dan kerusuhan. Cerita gim ini terinspirasi dari krisis ekonomi tahun 1998 yang terjadi di Indonesia.
Kedua gim di atas merupakan beberapa contoh gim-gim indie yang terinspirasi dari Papers, Please. Terdapat seabrek gim yang juga mengusung sistem permainan serupa dengan gim karya Lucas Pope, baik dalam bentuk 2D hingga 3D. Akan sangat menarik menantikan inovasi dan gebrakan apa yang bakal muncul dalam subgenre gim simulasi satu ini selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar