Postingan

High and Low - a Review

Akira Kurosawa merupakan nama legendaris dalam dunia perfilman. Sutradara asal Jepang ini mampu mengangkat sinema Jepang yang tengah terpuruk paska Perang Dunia Kedua menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di kancah dunia. Kurosawa banyak menginspirasi sutradara-sutradara setelahnya, khususnya di Hollywood. Star Wars dari sutradara George Lucas terinspirasi langsung dari film Hidden Fortress karya Kurosawa. Koboi tak bernama yang dipopulerkan Clint Eastwood merupakan replika samurai pengelana yang diperankan Toshiro Mifune di film Yojimbo. Sementara, Magnificent Seven merupakan adaptasi langsung dari Seven Samurai. Bisa dibilang Kurosawa menjadi “guru” bagi sineas-sineas kenamaan Hollywood. Sepanjang karirnya Akira Kurosawa telah menghasilkan banyak film populer dan film yang kurang diterima publik saat dirilis namun menjadi “cult classic” puluhan tahun kemudian. Sebagian besar filmnya merupakan karya orisinil. Namun, banyak juga yang merupakan adaptasi atau terinspirasi dari ka...

Scarlet - Sebuah Ulasan

Mamoru Hosoda terkenal sebagai salah satu animator dan sutradara animasi terbaik yang dimiliki Jepang saat ini. Namanya kerap kali disejajarkan dengan kontemporer seperti Makoto Shinkai atau Mari Okada. Hosoda mulai dikenal publik sebagai salah satu otak di balik adaptasi anime (istilah Jepang untuk kartun/ animasi) populer Digimon. Kesuksesan anime ini lantas memberinya kesempatan untuk menyutradarai film animasi panjang The Girl who Leapt Through Time yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Hosoda perlahan mulai bertransisi dari membuat animasi untuk seri TV menjadi sutradara film tulen melalui film orisinilnya, Summer Wars. Pada tahun 2011 Hosoda mendirikan studio animasinya sendiri, Studio Chizu. Melalui Studio Chizu Hosoda terus mengasah skillnya dan memproduksi film-film anime orisinil. Film teranyarnya yaitu Scarlet telah dirilis secara global di penghujung tahun 2025.  Scarlet merupakan film drama fantasi yang berfokus pada heroine berambut merah bernama Scarlet. Berbeda ...

No Other Choice - Sebuah Ulasan

Sutradara Park Chan-wook merupakan salah satu sineas tersohor di Korea Selatan. Filmnya berjudul Joint Security Area (JSA) yang dirilis di awal milenium membangkitkan gairah film domestik yang sempat mati suri imbas membludaknya impor film luar negeri dan ketatnya sensor media sepanjang dekade 90-an. JSA mampu melengserkan dominasi film impor di bioskop Korea Selatan.   Sepak terjang Park Chan-wook tidak terhenti di situ saja. Pada tahun 2003, sutradara Park merilis film Oldboy yang diadaptasi dari komik manga Jepang berjudul sama. Oldboy memahsyurkan nama Park di dunia internasional. Seiring kepopulerannya yang terus menanjak dan berbagai film yang dihasilkannya, baik di Korea Selatan maupun di luar negeri, Sutradara Park terus melahirkan karya-karya yang unik dan memukau.   No Other Choice merupakan film terbaru Park Chan-wook. Ini merupakan film domestik pertamanya setelah menghabiskan beberapa tahun terakhir di Hollywood untuk membuat Seri TV “The Sympathizer”yang dibintan...

Papers, Please dan Kebangkitan Gim Simulasi Puzzle Berkedok Penyortiran Dokumen

Gambar
  Pekerjaan di bidang pelayanan publik dan ritel; entah itu pramuniaga, teller bank, petugas imigrasi, resepsionis, hingga kerja front desk lainnya bukanlah jenis pekerjaan yang seksi dan terkadang dianggap rendahan. Reputasi pekerjaan-pekerjaan semacam ini juga tidak begitu bagus. Namun, mereka diperlukan dalam menjalankan bisnis terlepas dari kurangnya glamoritas dan rendahnya minat pelamar kerja. Di industri gim saat ini sering bermunculan gim bergenre simulasi yang menawarkan pengalaman kerja dunia nyata di dalam dunia virtual. Gim-gim semacam ini didesain bukan untuk mendorong pemain berlomba meraih piala atau mengejar poin tertinggi, melainkan menyajikan pengalaman hands-on yang realistis namun simpel di saat bersamaan. Gim-gim seperti Euro Truck Simulator, Farming Simulator, dan Surgeon Simulator cukup populer karena menyajikan pekerjaan yang dianggap monoton dan membosankan dalam kemasan permainan yang menarik. Jadi pemain yang tidak memiliki kualifikasi resmi di dunia nyat...

A Samurai in Time: Sebuah Refleksi Sinema Independen dari Negeri Matahari Terbit

Gambar
Dewasa ini semakin banyak orang yang mengatakan bahwa sangat mudah untuk membuat film sendiri. Bermodalkan kamera handphone dan situs atau aplikasi semacam tiktok atau youtube, seseorang dapat mulai membuat video dan film lalu mengedarkannya ke khalayak luas melalui internet. Beberapa bahkan berani berikrar bahwa era menonton film di bioskop bakal segera mati. Namun, pada kenyataannya membuat film dan berharap banyak orang menonton karya kita tidak semudah membalikkan telapak tangan. Istilah viral saat ini ramai dilontarkan untuk mengkategorikan media, khususnya video dan musik, yang “dikonsumsi” oleh banyak orang dalam waktu singkat. Sayangnya tidak semua media yang dibuat tiap harinya bisa mencapai mencapai tingkat “viral” ini. Kerap kali kita tidak bisa memprediksi kapan dan media apa yang bakal populer atau menjadi viral. Hal yang sama juga berlaku untuk film. Berbeda dengan film-film bioskop berskala besar yang memiliki budget, infrastruktur, dan dukungan yang mumpuni dari studio ...

PORTOFOLIO DESAIN GRAFIS

Gambar
Guna merintis karir di dunia kerja tentunya penting untuk menunjukkan skill dan bakat sebagai “poin jualan” dalam curriculum vitae atau portofolio pribadi. Blog ini dibuat salah satunya untuk menampung aspirasi, karya tulis, dan berbagai hal lainnya yang menunjukkan kapabilitas saya selaku insan kreatif. Bagi yang rajin membaca blog ini bakal mengetahui kalau saya memiliki beragam hobi. Termasuk diantaranya menulis, menonton film, berwisata, bermain gim video, hingga menggambar atau melukis. Hobi-hobi ini lalu saya kembangkan menjadi skill dan menghasilkan sejumlah karya atau output. Sebagian diantaranya menjadi portofolio pribadi dan dipublikasikan melalui blog ini. Dalam postingan kali ini, saya ingin memperluas rekam portofolio saya dengan berfokus pada salah satu bidang yang relevan di era digital saat ini, yakni Desain Grafis. Saya tidak memiliki kualifikasi resmi atau pendidikan mendalam terkait ilmu desain grafis. Semuanya saya pelajari secara otodidak di sela-sela waktu luan...

Dilema Pelukis Bernama “Kecerdasan Buatan”

Gambar
Di era modern saat ini kita mendengar jargon-jargon baru bermunculan seperti Industri 4.0, Web of Things, Blockchain, Metaverse, Machine Learning, dan sebangsanya. Salah satu jargon yang belakangan sering muncul dari mulut orang-orang adalah Artificial Intelligence (AI). AI atau yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Kecerdasan Buatan bukanlah istilah baru. Kita sering mendengar istilah ini dalam film, novel, hingga berita TV selama bertahun-tahun. Bila ditelusuri maka kita akan menemukan bahwa AI telah banyak dibahas sejak komputer mulai diperkenalkan ke khalayak umum di penghujung abad ke-20.   AI dalam cerita fiksi ilmiah kerap kali digambarkan sebagai kemajuan atau ancaman bagi peradaban manusia. Namun, di dunia nyata AI ditempatkan sebagai terobosan yang secara teoritis bakal membantu manusia dalam mengerjakan banyak hal, mulai dari perhitungan dan pemodelan hingga operasional mesin dan teknologi baru. Hal-hal yang tergolong kompleks dapat dikerjakan lebih cepat ...