Postingan

Menampilkan postingan dengan label Labirin

Labirin Tak Berujung - Bagian 4

Dinginnya lantai membangunkannya dari tidur. Iwan mencoba duduk dan menganalisis situasinya sekarang. Apa yang disaksikannya semalam ibarat film monster yang menjadi kenyataan. Sekujur tubuhnya merinding membayangkan situasi semalam. Dia harus segera keluar dari perumahan ini. Iwan mencoba merasakan luka di kepala dan memar di kakinya. Tidak lagi terasa sakit ketika disentuh. Dia lalu mencoba berdiri. Setelah beberapa kali gagal, Iwan kini dapat berdiri sempoyongan. Dia mencoba berjalan. Memar kakinya membuatnya sulit berjalan apalagi berlari. Namun dia tidak punya pilihan. Iwan mengecek HP-nya yang jatuh kemarin. Layarnya retak, namun masih menyala. Syukurlah. Dia melihat foto terakhir yang diambilnya kemarin. Sebuah bangunan bertingkat yang cukup tinggi menyerupai peternakan sarang walet. Kemarin dia sempat mendapat sinyal kecil di atap. Barangkali bila dia mencapai puncak bangunan di foto dia akhirnya dapat menghubungi “dunia luar”. Sekarang pertanyaanya adalah bagaimana caranya ...

Labirin Tak Berujung - Bagian 3

Iwan perlahan membuka matanya. Di hadapannya terbentang langit berawan, namun kali ini lebih gelap dari yang diingatnya. Dingin, pikirnya. Dia mencoba bangun. Namun, mendadak sakit yang tak tertahankan menjalar ke seluruh badannya. Dia baru saja jatuh dari atap ketika mencari sinyal HP. Atau setidaknya itu yang dia rasakan. Langit sudah berubah gelap pertanda malam tiba. Sudah berapa lama dia pingsan? Sial. Iwan mulai menggerakan badannya secara perlahan. Pertama jemarinya. Tidak masalah. Lalu lengannya. Agak berat, tapi dia bisa mengangkat keduanya. Iwan mencoba menggerakkan kepalanya. Bagian belakang kepalanya terasa dingin dan lengket. Air? Tangan Iwan mulai menyusuri bagian belakang kepalanya. Lengket sekali. Terasa seperti kecap. Ketika jari-jarinya menyentuh kulit kepala seketika terasa sengatan yang menyakitkan. Iwan melihat jemarinya. Darah. Oh tidak. Iwan kembali menyusuri bagian kepalanya sembari menahan sakit. Nampaknya tidak seberbahaya yang dipikirkannya. Tapi tetap saj...

Labirin Tak Berujung - Bagian 2

Iwan langsung menyadari perasaan tak mengenakkan yang ada di benaknya sedari tadi. Dia tidak berada di perumahan, namun sebuah labirin raksasa. Apa maksudnya? Apakah ini peristiwa supernatural? Apakah dia tersasar ke dunia lain? Apakah ini alam ghaib? Apakah dia telah mati? Tenang, pikirnya. Tidak ada gunanya memikirkan takhayul semacam itu. Semua pasti ada penjelasannya. Sembari mendorong motornya, Iwan kembali memikirkan bagaimana caranya keluar dari “perumahan” ini. Cara tercepat untuk keluar dari labirin adalah dengan memanjat dinding untuk menemukan jalan keluar. Terbesit ide dalam pikirannya. Iwan mencoba mengamati rumah-rumah di sekitarnya. Dia bergeser ke perempatan selanjutnya. Dia terus memindai, mencari rumah yang paling tinggi di dekatnya. Perhatiannya tertuju pada rumah 2 lantai dengan atap yang cenderung datar dan terdapat tangki air di atasnya. Dia bergegas. Pagar rumah itu terkunci. Iwan tidak habis ide. Dia langsung memanjat pagar, meninggalkan motornya di luar. Iwan...

Labirin Tak Berujung - Bagian 1

Dering alarm terdengar semakin kencang. Iwan terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Masih setengah sadar, dia meraih HP yang terletak persis di sebelah kepalanya dan reflek mematikan alarm itu. Kelopak matanya berat. Dia mendekatkan layar HP ke wajahnya dan dengan pandangan mata yang masih kabur dan mencoba membaca waktu di HP. Jam 9 pagi. Iwan langsung bangun. Dia kembali melihat HP-nya. Ya. Jam 9 pagi. Dia kesiangan. Atau itulah pikirnya. Iwan terbangun di pos siskamling. Dia melihat sekitar, tidak ada siapa-siapa. Pagi itu masih berawan dan lampu-lampu rumah masih menyala sepanjang jalan. Iwan berada di pos siskamling komplek perumahaan. Tapi, dia tidak mengenali perumahan apa atau kenapa dia bisa tertidur di pos siskamling. Iwan bertanya-tanya bagaimana dirinya bisa berakhir di tempat ini. Dia tidak begitu mengingat apa yang terjadi semalam. Yang masih diingatnya adalah hingga tengah malam dia terus bolak-balik mengantar penumpang. Pekerjaannya sebagai supir ojek online memiliki t...