Labirin Tak Berujung - Bagian 4
Dinginnya lantai membangunkannya dari tidur. Iwan mencoba duduk dan menganalisis situasinya sekarang. Apa yang disaksikannya semalam ibarat film monster yang menjadi kenyataan. Sekujur tubuhnya merinding membayangkan situasi semalam. Dia harus segera keluar dari perumahan ini. Iwan mencoba merasakan luka di kepala dan memar di kakinya. Tidak lagi terasa sakit ketika disentuh. Dia lalu mencoba berdiri. Setelah beberapa kali gagal, Iwan kini dapat berdiri sempoyongan. Dia mencoba berjalan. Memar kakinya membuatnya sulit berjalan apalagi berlari. Namun dia tidak punya pilihan. Iwan mengecek HP-nya yang jatuh kemarin. Layarnya retak, namun masih menyala. Syukurlah. Dia melihat foto terakhir yang diambilnya kemarin. Sebuah bangunan bertingkat yang cukup tinggi menyerupai peternakan sarang walet. Kemarin dia sempat mendapat sinyal kecil di atap. Barangkali bila dia mencapai puncak bangunan di foto dia akhirnya dapat menghubungi “dunia luar”. Sekarang pertanyaanya adalah bagaimana caranya ...