Postingan

Membangun Geosite Sukomoro untuk Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Selatan

Gambar
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Rifky berdasarkan gagasan dan hasil penelitian untuk pengabdian masyarakat milik Budhi Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. Warisan geologi Indonesia, khususnya di pulau Sumatera, sangat banyak dan beragam. Sebagian telah menjelma menjadi objek pariwisata alam favorit, seperti Danau Toba dan Gunung Kerinci. Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga memiliki potensi warisan geologi. Contoh yang terkenal adalah Endokarst Desa Padang Bindu atau dikenal sebagai Gua Harimau di Kabupaten Empat Lawang, dan Danau Ranau yang terletak di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Lampung Barat. Selain kedua lokasi tersebut, salah satu yang tengah diusulkan menjadi warisan geologi Sumatera Selatan adalah Desa Sukomoro di Kabupaten Banyuasin. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu apa itu Warisan Geologi.   Pasal 1 ayat 3 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi ( Geop...

Tio & Gia

Gambar
Melalui postingan ini saya ingin memperkenalkan pembaca/ pengunjung blog ini kepada salah satu hobi saya selain dari menulis ulasan dan opini yang telah lama dijalani, yaitu menggambar terutama komik. Sedikit latar belakang, saya merupakan lulusan Teknik Geologi Universitas Sriwijaya di Sumatera Selatan. Selama masa studi banyak pengalaman dan hal-hal unik yang telah saya lalui. Saya ingin menuangkan cerita-cerita tersebut dan ide-ide lainnya dalam suatu bentuk, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah "apa jadinya jika saya membuat komik?" Kebetulan juga ketika itu Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi tengah merembukkan ide untuk membuat Majalah Dinding (Mading) atau Majalah bulanan dalam bentuk fisik dan digital. Singkat cerita, Komik yang berfokus di sekitar kehidupan masyarakat dan akademisi Teknik Geologi tercipta dan diberi judul: Tio & Gia - Komik Anak Geologi. Tio & Gia menjadi judul sekaligus nama kedua karakter utama seri komik ini. Nama Tio ...

Catatan Filmografi: Akira Kurosawa

Karyanya telah menginspirasi banyak pembuat film paska perang dunia kedua mulai dari Magnificent seven hingga Star Wars. Berikut daftar sejumlah film terbaik yang pernah dibuat sutradara penggemar Shakespeare asal Jepang, Akira Kurosawa: + Seven Samurai Salah satu film yang mempopulerkan nama kurosawa di barat, meski bukan film pertamanya. Berkisah tentang sebuah desa kecil yang terancam dikuasai bandit. Para tetua, wanita dan anak-anak yang menghuni desa menyewa 7 orang Ronin (samurai tak bertuan) untuk melindungi desa mereka. Ketujuh samurai lalu melatih para penduduk untuk bersama melawan pasukan bandit. Film ini dibuat ulang sbagai film koboi western berjudul Magnificent seven dan bahkan sebuah film animasi berjudul Bug's Life. + Drunken Angel Drunken Angel merupakan film pertama Kurosawa yang berkesempatan mengikuti kompetisi di barat. Berkisah tentang seorang dokter pemabuk paska perang dunia ke-2 yang terjebak dalam pusaran intrik cinta dan uang antara Yakuza setelah menyel...

Menemukan 'Jalan ke Hollywood' Melalui Jurnalisme

Gambar
https://pixabay.com/photos/entrepreneur-startup-start-up-man-593378/ Literatur dan film seringkali tak terpisahkan. Adaptasi dapat bersumber dari mana saja, mulai dari sejarah, komik, novel, panggung teater, hingga musik dan bahkan stres atau dilema nyata seorang penulis skenario dalam upayanya mengadaptasi sebuah novel tentang anggrek dapat menjadi sumber cerita (lihat "Adaptation." yang ditulis oleh Charlie Kaufman & dibintangi oleh Nicholas Cage sebagai Charlie & Donald Kaufman). Kali ini saya ingin sedikit menelisik salah satu 'cabang' sumber adaptasi yang menarik perhatian beberapa waktu terakhir: artikel. Jurnal, blog, opini, arsip perpustakaan daerah bahkan kliping koran lokal merupakan sumber cerita yang terus muncul di perfilman hollywood dari waktu ke waktu. Jurnalisme memang selalu mendapat tempat yang unik dalam narasi film, mulai dari penggambaran investigasi skandal Watergate yang melengserkan presiden Nixon dalam "All President's...

Road to Perdition - Sebuah Ulasan

Istilah komik dewasa ini telah identik dengan adaptasi film-film bergenre Superhero (khususnya yang berasal dari Hollywood). Bila sebelumnya komik lebih banyak dikaitkan dengan dunia animasi sebagai medium yang dianggap serupa (goresan kuas, tinta, dan kanvas putih), maka identitas komik kini lebih banyak diasosiasikan dengan Booming franchise film-film Superhero, dengan DC dan Marvel Comics sebagai pemain utamanya (Sementara itu, Disney dan Warner Bros yang telah lama berkecimpung di animasi menjadi pendukung loyal kedua fraksi di belakang layar). Ironis memang, tapi tidak dapat dipungkiri tren film superhero turut memberi dampak positif bagi pamor komik belakangan. Bila sebelumnya komik selalu dipandang sebelah mata sebagai bacaan orang-orang kuper/kutu buku atau sekedar hiburan sesaat, kini pengaruh komik dapat disejajarkan dengan budaya pop modern lain seperti musik dan film. Mengenal dan ‘menginvestasikan’ waktu demi komik dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan gaul. Orang-oran...

Fargo - Sebuah Ulasan

Tidak terasa, Musim ketiga dari serial/ drama antologi TV ‘Fargo’ yang tayang di jaringan FX (anak perusahaan 20th Century FOX) telah berakhir. Acara TV kriminal yang ‘unik’ ini berhasil mematahkan berbagai stereotip terkait struktur cerita dan penyajian sebuah episode cerita berseri, khususnya melalui medium Televisi yang kini telah berkembang tidak terbatas melalui jaringan kabel di ruang keluarga. Usaha keras tim di balik layar yang dipimpin oleh penulis Noah Hawley (Marvel’s Legion) ini terbukti berhasil memikat hati penonton dan kini telah diganjar dengan berbagai penghargaan terkemuka. Berkisah tentang kehidupan penduduk di kota-kota kecil di sekitar daerah Minnesota dan North Dakota, berbagai kasus aneh dan kebetulan yang tak terduga terjadi di sekitar mereka berlatarkan kepungan salju putih abadi. Fargo sendiri tidak muncul dan berdiri tegak begitu saja. Serial TV yang dapat kita nikmati saat ini sebenarnya diangkat dari sebuah film independen berjudul sama yang dirilis di ta...

Paprika - Sebuah Ulasan

Perkembangan industri film animasi telah menunjukkan kemajuan yang sangat pesat ketimbang 25 tahun yang lalu. Film animasi yang membanjiri pasar dewasa ini lebih banyak berfokus pada gaya penggambaran/ render 3D dan umumnya berasal dari studio yang sama, seperti Disney Animation Studios, Pixar, hinnga Dreamworks. Telah terjadi pergeseran yang signifikan terkait presepsi dan identitas animasi lepas belakangan ini. Film keluarga dengan gambar 3D dan pewarnaan yang cemerlang serta musikalisasi dan ikon/ maskot yang lucu menjadi faktor-faktor yang menjual sebuah film animasi. Meski begitu, terkadang dalam beberapa tahun sekali sebuah film akan mencoba mengubah stigma dan menggemparkan khalayak dengan menghadirkan sesuatu yang berbeda dan segar dibandingkan resep paten yang digunakan sekarang. Jepang menjadi salah satu negara yang secara konsisten terus berkembang, sebagian besar berkat gelat industri anime yang tidak pernah mati dan menjadi tulang punggung negara sakura tersebut dalam mer...